Angka 48 ialah mereka...
satu lagi bingkai kehidupan yang aku cari-cari, memberi ruang pada kata rindu akan entitas bernama kawan dan mantan. memang ini dimata yang lain hanyalah kegiatan yang sama seperti mereka yang lain, memang hanyalah acara ringan dan sederhana, memang hanyalah acara dari kita untuk kita. tapi aku melihatnya tidak seperti itu, ini merupakan perubah sejarah karena dengan ini kita akan mengukir memori indah, ini merupakan cermin kita untuk menolak lupa bahwa waktu kita ingusan kita pernah satu buku dan atap untuk belajar. Kini kita membawa kisah yang berbeda, kita bercerita tentang bagaimana bertahan mengarungi hidup di sana sini, sembari membuka sedikit sedikit cerita usang yang sebenarnya sudah tau tapi masih membuat kita malu dan lucu, makaa hadirlah Hujan Senja 2017 , hujan yang selalu tak kenal lelah datang walau di benci dan di maki, mereka hanya tulus datang memberi nutrisi kepada kami. seperti kita yang datang keroyokan untuk bisa berjumpa dengan saudara berbagi cerita. Dan Senja yang selalu.... Ah pasti kalian taulah apa yang membuat senja selalu istimewa apalagi sambil bercerita dan menghisap kepulan asap kenangan, karena senja selalu menghiasi pergantian waktu seperti kita semua yang telah tak sama tetapi senja selalu datang menghadirkan suasana yang sama. yaitu rasa nyaman melihat indahnya pergantian sama seperti kita karena kita tidak berakhir tapi kita berganti.
Kini kita mulai memanjat gunung harapan,
Merangkak perlahan meraih penghidupan,
Setiap hari mengais ilmu kekuasaan,
Demi sebuah tuntutan bernama kehidupan.
Tak perlu jadi spion untuk menengok kebelakang,
Cukup usang jika di kenang dalam seragam,
Kampung halaman merupakan idaman pulang,
Mengingatkan kembali arti rasa nyaman dan teman seperjuangan.
Terbanglah kawan, terbanglah ke masa depan
Jadilah awan yang tak takut melayang,
Bukankah melayang berarti bebas berterbangan,
Mengisi ruang yang bernama langit harapan.
ps : Bahu Membahu Berjalan Beriringan untuk SMADA Klaten Jaya (Hujan Senja)
Kini kita mulai memanjat gunung harapan,
Merangkak perlahan meraih penghidupan,
Setiap hari mengais ilmu kekuasaan,
Demi sebuah tuntutan bernama kehidupan.
Tak perlu jadi spion untuk menengok kebelakang,
Cukup usang jika di kenang dalam seragam,
Kampung halaman merupakan idaman pulang,
Mengingatkan kembali arti rasa nyaman dan teman seperjuangan.
Terbanglah kawan, terbanglah ke masa depan
Jadilah awan yang tak takut melayang,
Bukankah melayang berarti bebas berterbangan,
Mengisi ruang yang bernama langit harapan.
ps : Bahu Membahu Berjalan Beriringan untuk SMADA Klaten Jaya (Hujan Senja)



Komentar