CAN LEADER BECOME AN SERVANT ??

Sudah lama saya tidak menulis blog lagi karena ada beberapa kemalasan dan kesibukan akhir-akhir ini, tetapi karena saya merasa harus mensiasati kegabutan ini, saya akhirnya mencari konten yang cocok untuk saya menulis lagi, konten ini berasal dari skripsi teman saya dan mari kita doakan agar teman saya ini akan segera menjadi sarjana. Dan yang akan saya bahas pada post kali ini adalah tentang Ilmu SDM yaitu tentang jenis gaya kepemimpinan, apakah gaya kepemimpinan ini penting untuk suatu organisasi ? Silahkan kalian jawab sendiri yaaa


The Boss iPhone Wallpaper
Source : www.pinterest.com

Saya tau pasti juga yang akan baca post ini juga gatau apa aja sih gaya kepemimpinan itu, Paling sejauh ini kita hanya tau perbedaan PEMIMPIN dan BOS iya kan wkwkwkk, nah yang akan saya jelaskan ini lebih spesifik ke servant leadership atau dalam bahasa indonesianya adalah gaya pemimpin yang melayani dan mengayomi anggotanya. Banyak literatur yang mengatakan bahwa servant leadership itu berhubungan erat dengan trust in leadership dan komitmen organisasi, sehingga dapat dikatakan bahwa jika suatu organisasi itu menganut servant leadership itu nanti akan berdampak pada trust dan komitmen para karyawan, jadi pada intinya tuh bahwa jika seorang pemimpin lebih memperhatikan karyawan dan melayani karyawan, karyawan akan merasa dihargai dan dijadikan asset suatu organisasi dan itu akan berdampak karyawan akan loyal dan berjuang bersama pada untuk meraih tujuan bersama suatu organisasi.

Pertanyaan besarnya apakah seorang pemimpin mau melakukan hal seperti ini ? kok saya ragu yaa hehe..

Ketika sudah masuk ke dunia kerja seorang pemimpin kerapnya lupa akan proses, matanya selalu tertuju pada satu hal saja yaitu hasil dan target. hal yang sangat lazim dilakukan sebagian besar seorang pemimpin adalah jika para karyawan mencapai target dan hasil sesuai yang ditentukan maka pasti akan diberikan bonus/insentif atau komisi. tetapi mereka lupa bahwa karyawan itu adalah manusia dimana mereka juga mempunyai apa yang dinamakan psikologis kejiwaan manusia. Dimana kinerja manusia pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis seseorang, mau buktinya ? Gampang saja apakah kalian pernah dengar perusahaan mau merekrut orang orang dengan mental disorder sampai orang orang yang punya penyakit bipolar ?

Pada kenyataannya pun orang bekerja sekarang bukan karena dia bisa berkarya pada apa yang disukai tetapi lebih menitik beratkan pada mereka harus bertahan hidup di dunia ini makanya mau tidak mau mereka harus bekerja demi hidup, dan atau hidup demi bekerja. Saya pun mempunyai optimisme bahwa cepat atau lambat semoga seluruh organisasi dan pemimpin di organisasi yang bersangkutan lebih melihat dan melihat karyawan sebagai sebuah asset yang berharga terlepas dari kemampuan yang mereka kuasai, karena saya berkeyakinan bahwa manusia lebih istimewa dari kemampuan yang dimilikinya, manusia bisa berkembang menjadi sesuatu yang sangat di luar dugaan jika kita menganggap manusia itu masih menjadi seorang manusia. Servant leadership ini memiliki karakteristik yang membuat para karyawan itu dinilai lebih dari seorang bawahan atau pekerja yaitu diantara lain Listening, Healing, Empathy, Awareness, Stewardship, Building Community, Commitment, Conseptual, Persuasion dan Foresight.

Secara teori sih ini merupakan salah satu jenis gaya kepemimpinan yang ideal yah, tapi balik lagi juga kepada hubungan antara managemen dan karyawan dan budaya organisasi mereka jika sudah terlalu seperti majikan dan pembantu yang berorientasi pada hasil yaa tetap saja akan sangat susah menemukan manusia bahagia di organisasi tersebut. Dan terakhir ini merupakan pikiran saya dan dalil yang saya bangun sendiri tentunya agar kelihatan sangat romantis selayaknya ada argumentasi lain yang dapat mencerahkan permasalahan seorang pemimpin di masa kini.

Komentar

Postingan Populer