"MAHASISWA"
Kata orang, kau pencari arah sambil melangkah tak tau arah.
Katamu, Ini zaman dimana mencari dunia diantara kebenaran dan pembodohan.
Kata orang dekatmu, dimana transisi dari sampah akan diolah jadi produk ilmiah.
Kataku, kau hanya berayunan pada taman kelas dan organisasi.
Kenapa yang katanya "Maha" tak lebih dari sebatas aksara.
Kenapa yang katanya "Maha" tak lebih dari seonggok coretan pada alinea.
Bukankah peran kita menjadi mata nusantara?
Mengapa tercipta dinding tak kasat mata, Antara "Maha" dengan jelata.
Dongeng kelam nusantara berkata "Cepat Lulus lalu Kerja"
Esensi "Mahasiswa" dibiarkan layu dan tak berjiwa.
Mengikis perih label pendidikan sarjana
Katamu, Ini zaman dimana mencari dunia diantara kebenaran dan pembodohan.
Kata orang dekatmu, dimana transisi dari sampah akan diolah jadi produk ilmiah.
Kataku, kau hanya berayunan pada taman kelas dan organisasi.
Kini seolah kita terperdaya, oleh mulut anonim para Lembaga Mahasiswa.
Kini seolah kita terlihat buta, oleh banyaknya kertas dan makalah kerja. tinggi nilai tapi copy paste kerjanya.
Kini seolah kita bahagia, dengan hidup sebagai jawara dunia maya
Kini seolah kita lupa, pertiwi kebanggan kita menangis tergerus terkikis tercekik oleh perut topeng manusia.
Kenapa yang katanya "Maha" tak lebih dari sebatas aksara.
Kenapa yang katanya "Maha" tak lebih dari seonggok coretan pada alinea.
Bukankah peran kita menjadi mata nusantara?
Mengapa tercipta dinding tak kasat mata, Antara "Maha" dengan jelata.
Dongeng kelam nusantara berkata "Cepat Lulus lalu Kerja"
Esensi "Mahasiswa" dibiarkan layu dan tak berjiwa.
Mengikis perih label pendidikan sarjana
Photo : JatiJadian
Penulis : DBF
.



Komentar