Pendidikan : harapan dan mimpi atau keseragaman dan standarisasi??
Dunia pendidikan terlihat gagah dan tenang
Dunia pendidikan terkesan anggun dan elegan
Dunia pendidikan berkata garda terdepan membasmi pembodohan
Dunia pendidikan mencerminkan hidup yang berkecukupan
Aku mulai paham, tetap waras dalam era milenial serba aturan memang menjadi tantangan.
Layaknya kucing rumahan, ia hidup dalam aturan si majikan, seperti itulah dunia pendidikan.
Sangat disayangkan menurutku, ketika sikap binatang berkedok pelayan dengan enteng mengatur jalannya pengetahuan.
Bagai "Gorosei" penentu roda pergerakan massa dunia manga , tak jauh beda dengan kuasa dosen atas mahasiswa didikannya. Seperti punya haki penakluk raja, dengan mudahnya dosen memperdaya anaknya, ditambah permainan manipulasi nilai yang asik bagi dirinya. Permainan nilai yang sesuka kehendak hati nya.
Sungguh, langkah perubahan jadi obatnya. Mulai dari buka dialog interaktif solusi utamanya. Jangan lagi ada kata inilah jawaban yang selalu benar. Kebenaran tidaklah mutlak. Janganlah kebenaran milik orang lain kau kubur dalam samudera kata.
Pandangan bahwa kampus adalah wahana pendidikan seolah di cat ulang menjadi pabrik pendidikan agar sesuai produk kapitalisme, diciptakannya program-program studi praktis dan mulai menghapuskan program studi pengetahuan murni.
Terlihat jelas bahwa iming-iming jabatan jadi pemanis mulutnya. Cucuran ilmu praktis jadi pedang menusuk sesama. Saling berlomba mendapatkan tahta kerajaan yang fana. Komersialisasi pendidikan sukses tidak ketara.
Dunia pendidikan terkesan anggun dan elegan
Dunia pendidikan berkata garda terdepan membasmi pembodohan
Dunia pendidikan mencerminkan hidup yang berkecukupan
Aku mulai paham, tetap waras dalam era milenial serba aturan memang menjadi tantangan.
Layaknya kucing rumahan, ia hidup dalam aturan si majikan, seperti itulah dunia pendidikan.
Sangat disayangkan menurutku, ketika sikap binatang berkedok pelayan dengan enteng mengatur jalannya pengetahuan.
Bagai "Gorosei" penentu roda pergerakan massa dunia manga , tak jauh beda dengan kuasa dosen atas mahasiswa didikannya. Seperti punya haki penakluk raja, dengan mudahnya dosen memperdaya anaknya, ditambah permainan manipulasi nilai yang asik bagi dirinya. Permainan nilai yang sesuka kehendak hati nya.
Sungguh, langkah perubahan jadi obatnya. Mulai dari buka dialog interaktif solusi utamanya. Jangan lagi ada kata inilah jawaban yang selalu benar. Kebenaran tidaklah mutlak. Janganlah kebenaran milik orang lain kau kubur dalam samudera kata.
Pandangan bahwa kampus adalah wahana pendidikan seolah di cat ulang menjadi pabrik pendidikan agar sesuai produk kapitalisme, diciptakannya program-program studi praktis dan mulai menghapuskan program studi pengetahuan murni.
Terlihat jelas bahwa iming-iming jabatan jadi pemanis mulutnya. Cucuran ilmu praktis jadi pedang menusuk sesama. Saling berlomba mendapatkan tahta kerajaan yang fana. Komersialisasi pendidikan sukses tidak ketara.
Ps: bagi yang ga suka baca onepiece pasti susah dimengerti


Komentar