pujangga asmara

Kita bagai benda dalam kantong
Bertemu karena takdir keadaan
Sungguh candu bertemu denganmu
Memikat jiwa penuh kasih dan sayang

Mungkinkah ini cuman sebuah permulaan
Atau hanya sekadar iklan gurauan
Harapan datang mengutuk jiwa kedinginan

Tapi mengapa bias rasa ini?
Seraya kau tidak menebar bahagiamu padaku
Membuat ragu menetap denganmu
Baris kata kurangkai dengan ayunan senyummu
Indah bukan jika bangunku karena suara mungilmu
Lelah hariku kau seduh dengan kopi pahit buatan tangan mulusmu

Tapi Puluhan sikap biasamu membuatku gelisah
Memutar harapan indah menjadi gundah
Bukankah ini cara terbaiki menyakiti rasaku
Setidaknya kau telah berhasil menipuku dengan niat baikmu

Komentar

Postingan Populer