PERANTAU
(Peran) (Tau)
Akulah yang memutuskan untuk pergi.
Pergi hanya untuk sekedar bersenang-senang.
Sembari pendidikan jadi sebuah ajang.
Kota orang seperti tak peduli.
Menawarkan nikmatnya yang hakiki.
Gelap dan terang seakan sangat serasi.
Ternyata ranting masa depan sejelas ekspektasi.
Ternyata hidup adalah tentang nafsu manusiamu.
Sekarang aku tahu ibu, menjadi bebas bisa saja tidak bahagia.
Sekarang aku tahu ayah, damai bisa tumbuh dimana saja,
Tapi rindu hanya tumbuh di ladang memori gerbang waktu.
Kacau! aku melepas semua bagian tubuh ini.
Terlihat sama setiap lekuk tubuh ini.
Namun mereka bisa memaknai kata bahagia.
Tapi kenapa tubuh ini tidak?
Durhaka pun tak pantas aku disebutnya.
Dulu kau hanya penganggu bagiku, aku selalu berontak padamu.
Ladang kebohongan dan hinaan kutebar bersamamu.
Aku bingung ibu! sesalku tak mengembalikan waktuku bersamamu.
Kerutan kulitmu semakin jelas, dan aku pun semakin jauh.
Sebuah kerinduan yang tak lagi di perlukan,
Ego pendewasaan sampai ke nisan.
Hanya bisa menyelam pada aksara dan karya,
Atau aku yang belum bisa menerka
Rindu;
Akulah yang memutuskan untuk pergi.
Pergi hanya untuk sekedar bersenang-senang.
Sembari pendidikan jadi sebuah ajang.
Kota orang seperti tak peduli.
Menawarkan nikmatnya yang hakiki.
Gelap dan terang seakan sangat serasi.
Ternyata ranting masa depan sejelas ekspektasi.
Ternyata hidup adalah tentang nafsu manusiamu.
Sekarang aku tahu ibu, menjadi bebas bisa saja tidak bahagia.
Sekarang aku tahu ayah, damai bisa tumbuh dimana saja,
Tapi rindu hanya tumbuh di ladang memori gerbang waktu.
Kacau! aku melepas semua bagian tubuh ini.
Terlihat sama setiap lekuk tubuh ini.
Namun mereka bisa memaknai kata bahagia.
Tapi kenapa tubuh ini tidak?
Durhaka pun tak pantas aku disebutnya.
Dulu kau hanya penganggu bagiku, aku selalu berontak padamu.
Ladang kebohongan dan hinaan kutebar bersamamu.
Aku bingung ibu! sesalku tak mengembalikan waktuku bersamamu.
Kerutan kulitmu semakin jelas, dan aku pun semakin jauh.
Sebuah kerinduan yang tak lagi di perlukan,
Ego pendewasaan sampai ke nisan.
Hanya bisa menyelam pada aksara dan karya,
Atau aku yang belum bisa menerka
Rindu;


Komentar