Samar-Samar Perempuan
Samarsamar perempuan.
Melihat perempuan bagai sang awan.
Jemarimu menari bagaikan hujan.
Menghapus terik dan peluh berhamburan.
Baru kali ini aku membeku.
Betapa hatiku takluk oleh pelupuk matamu.
Bertekuk lutut aku takut menyapa namamu.
Baru kali ini aku puji sang hawa.
Ternyata masih ada cucu hawa yang begitu indahnya likuk hidupnya.
Kukirimkan surat didepan rumahnya berharap dia membuka dan menyandarkan pundaknya.
Samar itu semakin jauh,
Dosa terbesarku ialah melewatkanmu,
Bahkan utk melihatmu melirikku pun aku tak mampu,
Apalagi bermimpi bisa menghadirkan senyummu karenaku.
Sungguh aku seperti lumpuh karenamu.
Hipotermia aku dibuatmu,
Sungguh kau begitu mempesona.
Seperti gunung yang tak perlu aku capai puncaknya.
Ternyata samarku memang benar,
Kaupun sama sekali tidak berjuang.
Padahal rasa ini sudah mengakar dan menjalar.
Samar samar perempuan itu semakin remang.
To ASA
- Dzakybaka , 29 April 2018
ps. Velove Vexia
Baru kali ini aku terdiam,Melihat perempuan bagai sang awan.
Jemarimu menari bagaikan hujan.
Menghapus terik dan peluh berhamburan.
Baru kali ini aku membeku.
Betapa hatiku takluk oleh pelupuk matamu.
Bertekuk lutut aku takut menyapa namamu.
Baru kali ini aku puji sang hawa.
Ternyata masih ada cucu hawa yang begitu indahnya likuk hidupnya.
Kukirimkan surat didepan rumahnya berharap dia membuka dan menyandarkan pundaknya.
Samar itu semakin jauh,
Dosa terbesarku ialah melewatkanmu,
Bahkan utk melihatmu melirikku pun aku tak mampu,
Apalagi bermimpi bisa menghadirkan senyummu karenaku.
Sungguh aku seperti lumpuh karenamu.
Hipotermia aku dibuatmu,
Sungguh kau begitu mempesona.
Seperti gunung yang tak perlu aku capai puncaknya.
Ternyata samarku memang benar,
Kaupun sama sekali tidak berjuang.
Padahal rasa ini sudah mengakar dan menjalar.
Samar samar perempuan itu semakin remang.
To ASA
- Dzakybaka , 29 April 2018


Komentar