Fase.




Semakin terlihat ujung dari sebuah perjalanan.
Tertatih dan terseret aku oleh kuasa waktu.
Dalam suatu fase dalam hidup, aku berhenti dan tertegun.
Membuka kilas kacamata memori.

Tertawa, berdarah dan berlari bersama.
Walaupun burung gereja masih tetap sama,
Tapi keadaan sudah membuat kita di pinggir fase kenyataan.

Terimakasih, terimakasih telah membuat aku berpikir.
Bahwa meskipun banyak menelan pil pertemanan.
Gonjang ganjing hubungan akan selalu berakhir terang.

Kita semua tahu,
Bahwa berbahasa dengan kata tak selalu membuat tertawa.
Hanya dengan bertatap mata bisa menjadi sempurna.
Sempurna yang bukan hanya tentang melengkapi, sempurna yang berarti tentang berkontribusi.

Seberapa jauh pun beranda rumah kita, tapi rasa akan selalu bertatap muka pada langit gemerlap yang sama.

Suatu masa yang tertancap dalam sebuah kenangan,
Masa dimana bak tanah lapang pada hamparan pemandangan.
Taman bermain jiwa kekanak-kanakan.
Laboratorium instrumen kehidupan.

Komentar

Postingan Populer