Beranda waktu

source : pinterest.com

Kata orang benar bahwa memang waktu masih sangat berkuasa, melahap semua kehidupan sejauh jauhnya manusia mencoba menghindar. maka waktu kecil pun saya serasa dijejali dengan omong kosong perihal kekal dan abadi, betapa naifnya saya waktu kecil menganggap bahwa pasti ada kehidupan ini yang kekal dan abadi.

Siapa yang bisa mencurangi waktu? tanya saya.

Dan kau tau apa yang paling jahat yang dilakukan oleh sang waktu, yaitu membuat manusia bisa berharap bahwa sang waktu itu bisa berhenti untuk sebentar, sehingga manusia bisa sedikit bersombong akan pencapaiannya. Sang waktu dengan perlahan merenggut perasaan manusia tentang kehidupan, umat manusia yang masih abu-abu perihal waktu sering menyebut itu adalah aliran waktu.

Manusia pun dipaksa untuk melalui lika-liku kehidupan sesuai titah sang waktu, yang berlarut-larut hingga manusia lupa sudah sejauh mana dia berpindah dan berubah. Tanpa disadari pun sang waktu telah merenggut beranda rumah saya, yang dulu penuh sering dilukis dengan rasa warna-warni tetapi sekarang yang tertinggal hanya ada satu dan dua warna. Beranda rumah saya sekarang sama seperti kota-kota biasa hanya dihiasi dengan gemerlap lampu layar kaca.

Ditemani dengan kepulan asap dan helaan nafas panjang, saya pun memutuskan akan melawan sang waktu, mungkin manusia memang tidak bisa lari dari aliran waktu tapi saya yakin bahwa manusia bisa menyimpan waktu. Manusia bisa melawan waktu dengan waktu itu sendiri. Sang waktu boleh berkuasa atas kehidupan, tapi manusia punya sebuah dunia akan kehidupannya masing-masing dan disitulah saya yakin kita bisa menyimpan waktu.

Terakhir izinkan saya menghina sang waktu dengan caci maki saya!
jejak-jejak kaki manusia
akan menjadi saksi bisu
waktu yang tak mau menunggu
terlukis ragu akan masa lalu
dan teriakku tentang sang waktu
aku akan melawanmu!
kau boleh renggut semua kehidupanku
tapi diduniaku kau adalah usang
kau tidak lain hanyalah temporer
yang dilukiskan dengan warna olehku
sampai saat dimana jejak duniaku perlahan
dilahap akan aliran abadimu


Komentar

Postingan Populer