Covid 19: This is looks like a Human Problems not just an Pandemic Disease

Untuk pertama kalinya saya merasakan sebuah pandemi yang luar biasa bernama Covid 19. Memang pada tahun 2009 silam juga WHO menetapkan virus H1N1 atau flu babi menjadi pandemi karena penyebaran yang sangat cepat di benua Amerika Serikat dan menyebabkan 17,40% orang yang terkena virus ini berujung pada kematian.

Tetapi yang saya rasakan pada Covid 19 ini lebih dari sekedar pandemi. Untuk pertama kalinya dalam sejarah di era yang modern banyak negara yang melakukan lockdown atas wilayahnya, banyak kegiatan ekonomi yang terpaksa harus dihentikan serta banyak sekolah dan universitas yang kegiatan pendidikannya harus dilakukan secara online yang tentunya karena teknologi di era sekarang memungkinkan kita untuk melakukan hal tersebut.

Pemikiran ini membawa saya kembali pada sebuah ingatan dalam sejarah dimana 4 disaster yang selalu mampu membuat manusia takut akan hal tersebut kembali lagi pada rasa takut yang sama. 4 disaster ini antara lain:

  1. Wabah seperti yang saat ini terjadi juga terjadi juga pada sejarah masa lalu manusia seperti flu spanyol dan black death. 
  2. Kedua adalah perang antar manusia yang terakhir pada Perang Dunia ke II. 
  3. Ketiga adalah rasa lapar manusia atas sumber daya alam yang terbatas. 
  4. Dan yang terakhir adalah Takdir dari manusia itu sendiri yaitu Kematian.
Padahal seiring berkembangnya zaman manusia telah mengakali semua disaster tersebut. Dengan kelebihan kecerdasan yang dimiliki manusia dan perkembangan teknologi manusia telah mampu untuk melewati ketiga disaster diatas. Dan pada era sekarang ini dengan sombongnya manusia ingin mencoba untuk mengakali disaster yang terakhir yaitu adalah kematian.

Namun dengan adanya wabah pandemi covid 19 ini, terlihat sekali kesombongan manusia yang dulu telah mengakali disaster ini menjadi ciut kembali. Karena penyebarannya yang angat cepat ke seluruh penjuru dunia membuat semua manusia menjadi panik tidak terkendali. Meskipun rate kematiannya relatif kecil daripada pandemi yang lain. Pandemi ini tetaplah sukses meluluh lantahkan kesombongan manusia.

Covid 19 selain menghancurkan kesombongan manusia, juga meluluh lantahkan semua semua yang di banggakan oleh manusia. Mulai dari kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Dari negara yang paling adikuasa sampai negara yang berkembang. Dari orang yang paling kaya dan orang paling miskin tetap tidak kuasa menghindari pandemi ini.

Mungkin saat inilah manusia diingatkan kembali oleh semesta, bahwa manusia masih tetaplah manusia seperti kakek nenek moyang kita semua. Bahwa manusia juga masih akan takut atas sesuatu yang tidak diketahui oleh manusia itu sendiri. Bahwa manusia masihlah tetap manusia punya kekuatan kecil dan bisa kapanpun menjadi hilang oleh semesta.

Pinterest.com

Lalu bagaimana manusia berpikir setelah ini ?

Keadaan seperti pandemi Covid 19 ini memang akan benar benar memberikan dampak yang sangat telak untuk peradaban manusia. Dari segi ekonomi saja setelah pandemi ini pun berakhir akan sulit untuk mengembalikan stabilitas ekonominya seperti dahulu lagi. Karena saat pandemi ini sedang terjadi ekonomi baik negara maju apalagi negara berkembang terhantam dengan keras. Perlu waktu dan proses yang agak panjang untuk mengembalikannya seperti semula lagi.

Setelah krisis umat manusia seperti pandemi ini berakhir, jika manusia masih berkeinginan untuk tetap survive dan menerjang takdir masa depan mereka. Manusia yang memiliki segudang pengetahuan tidaklah cukup. Umat manusia yang masih saja memiliki konflik sosial ras, agama dan suku seperti Indo.... ahsudahlah harus mengejar ketertinggalan mereka.

Manusia harus berilmu pengetahuan tidak hanya berpengetahuan. Manusia tidak boleh lagi berpikir tentang apa yang harus manusia lakukan untuk bisa hidup. Tetapi lebih dari itu manusia harus mulai berpikir bagaimana agar kita masih bisa bertahan hidup. Jika manusia hanya memiliki pengetahuan itu hanya sebatas modal, dia juga harus memiliki ilmu atau saya sebut adalah kesadaran. Modal manusia untuk hidup ya hanya makan minum dan tidur saja. Tetapi kesadaran manusia untuk hidup inilah yang harusnya menjadi asset dan akses umat manusia menjadi selangkah lebih maju untuk menghadapi sebuah krisis.

Dan yang terakhir ijinkan saya memberikan sajak:

Bagi mereka yang selalu dirundung ketakutan
Biarkan ku ramal
Esok hari atau kapanpun nanti
Akan datang kesedihan lagi
Akan datang ketakutan kembali

Terkadang soal hidup tak melulu soal bahagia
Ketakutan dan kesedihan bisa jadi sebuah cerita
Sungguh semesta punya banyak tanda baca
Karena didalam ruang logika
Fakta adalah dunia




Dzaki Baka Fadhillah,
2 April 2020



Komentar

Postingan Populer